Pengaruh Hexagon Fraud Theory Terhadap Kecurangan Laporan Keuangan
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Hexagon Fraud Theory terhadap kecurangan dalam laporan keuangan pada Perusahaan sektor BUMN Periode 2022-2024. Teori Hexagon Fraud yang digunakan dalam penelitian ini memiliki enam elemen yaitu Tekanan (financial stability), Kesempatan (ineffective monitoring dan nature of industry), Rasionalisasi (change in auditor), Kompetensi (change in director), Arogansi (CEO Duality), dan Kolusi (State Owned Enterprises). Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang didapat dari laporan keuangan tahunan perusahaan-perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode pengamatan. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling berdasarkan kriteria spesifik yang ditetapkan sebelumnya, sehingga diperoleh 20 Perusahaan BUMN dengan total sampel 60 observasi selama tiga tahun. Penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik sebagai metode analisis data dengan bantuan software SPSS 26. Hasil dari penelitian ini menunjukkan variabel ineffective monitoring, nature of industry, dan auditor change berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecurangan. Sedangkan, variabel yang lainnya tidak memiliki pengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan.